Provinsi Banten dianugerahi kekayaan hayati yang luar biasa, dan hal ini dimanfaatkan secara maksimal dalam program uji farmasi yang dilakukan oleh mahasiswa Stikes Pandeglang. Fokus utama penelitian mereka adalah menggali potensi tanaman obat tradisional yang selama ini digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Banten, khususnya di sekitar kaki Gunung Karang dan wilayah Baduy. Melalui riset ilmiah di laboratorium, mahasiswa berusaha membuktikan secara klinis senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman tersebut, sehingga pengobatan herbal lokal dapat naik kelas menjadi produk farmasi yang terstandarisasi dan aman dikonsumsi secara luas.
Dalam pelaksanaan uji farmasi, mahasiswa mengumpulkan berbagai sampel tanaman seperti rimpang-rimpangan, daun liar yang dipercaya sebagai antibiotik alami, hingga tanaman pesisir yang diduga memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Sampel tersebut kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi atau sokletasi untuk mendapatkan senyawa murninya. Tahap selanjutnya adalah pengujian terhadap bakteri atau sel tertentu untuk melihat efektivitasnya dalam menyembuhkan atau mencegah penyakit. Proses ini menuntut ketelitian tinggi dan pemahaman mendalam tentang fitofarmaka, yang merupakan bagian inti dari kurikulum farmasi di Stikes Pandeglang.
Hasil dari uji farmasi yang dilakukan mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan industri obat herbal di Banten. Banyak temuan menarik yang menunjukkan bahwa beberapa tanaman lokal memiliki potensi besar sebagai antipiretik (penurun demam) atau anti-inflamasi yang lebih minim efek samping dibandingkan obat kimia sintetis. Selain aspek saintifik, riset ini juga bertujuan untuk melestarikan pengetahuan lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Mahasiswa berperan sebagai penghubung antara kearifan lokal masa lalu dengan standar sains modern yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis.
Semangat dalam melakukan uji farmasi ini juga didukung dengan fasilitas laboratorium yang memadai dan bimbingan dari para apoteker profesional. Stikes Pandeglang ingin mencetak lulusan yang tidak hanya mampu meracik obat di apotek, tetapi juga mampu menjadi peneliti handal yang inovatif. Dengan ditemukannya potensi obat dari tanaman lokal, maka ketergantungan terhadap bahan baku obat impor dapat perlahan dikurangi. Pendidikan yang berbasis riset kekayaan alam daerah ini menjadikan Stikes Pandeglang sebagai institusi yang memiliki karakteristik kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan kesehatan bangsa di masa depan.
