Tumbal Proyek: Kisah Mistis Mahasiswa KKN di Desa Pandeglang

Pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) seharusnya menjadi ajang pengabdian bagi mahasiswa, namun bagi sekelompok mahasiswa di Pandeglang, pengalaman ini berubah menjadi mimpi buruk akibat isu Tumbal Proyek. Cerita mengenai kebutuhan “persembahan” dalam pembangunan infrastruktur besar di wilayah pelosok Banten sudah lama beredar secara turun-temurun. Mahasiswa yang datang dari kota sering kali merasa asing dengan aturan-aturan tidak tertulis dan larangan mistis yang ada di desa tersebut. Ketegangan meningkat ketika muncul kejadian-kejadian aneh yang menimpa para pendatang, yang oleh warga lokal dikaitkan dengan kemarahan penunggu lahan yang sedang dibangun.

Kepercayaan mengenai Tumbal Proyek biasanya muncul saat sebuah pembangunan jembatan atau gedung mengalami hambatan teknis yang tidak wajar atau kecelakaan kerja yang berulang. Di Pandeglang, mitos ini sering kali menyeret nama-nama orang luar yang dianggap tidak “permisi” saat menginjakkan kaki di tanah keramat. Para mahasiswa KKN yang sering kali terlalu mengandalkan logika dan sains terkadang dianggap remeh oleh alam bawah sadar kolektif masyarakat desa. Hal inilah yang memicu konflik psikologis antara kemajuan pembangunan fisik dan kekakuan adat istiadat yang masih kental dengan aroma mistis dan ritual persembahan nyawa.

Dampak dari isu Tumbal Proyek ini sangat berpengaruh pada kelancaran program KKN itu sendiri. Mahasiswa menjadi takut untuk melakukan survei lapangan atau bekerja hingga larut malam di lokasi proyek desa. Perasaan selalu diawasi dan munculnya penyakit aneh yang tidak terdeteksi secara medis membuat suasana kerja menjadi sangat mencekam. Fenomena ini membuktikan bahwa faktor sosiokultural dan kepercayaan supranatural masih memegang peranan penting dalam keberhasilan pembangunan di daerah. Tanpa adanya pendekatan emosional kepada warga dan penghormatan terhadap adat setempat, teknologi modern sering kali dianggap sebagai ancaman bagi keseimbangan alam gaib desa.

Secara ilmiah, narasi Tumbal Proyek bisa jadi merupakan bentuk mekanisme pertahanan masyarakat untuk menjelaskan kegagalan teknis konstruksi atau kurangnya standar keselamatan kerja di lapangan. Namun, bagi mereka yang mengalami langsung kejadian di Pandeglang, logika sering kali kalah oleh rasa takut yang nyata. Penting bagi universitas untuk membekali mahasiswa KKN dengan pengetahuan tentang antropologi dan etika lokal sebelum diterjunkan ke daerah yang memiliki sejarah mistis kuat. Menghormati tradisi setempat bukan berarti percaya pada takhayul, melainkan bagian dari diplomasi sosial untuk menjaga keselamatan dan kelancaran pengabdian di tengah masyarakat.