Kabupaten Pandeglang dikenal memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa, dengan berbagai jenis tanaman berkhasiat obat yang tumbuh subur di lereng Gunung Karang hingga pesisir Ujung Kulon. Memanfaatkan kekayaan ini, mahasiswa farmasi di STIKES Pandeglang kini fokus mengembangkan riset mengenai tanaman lokal Pandeglang untuk diproses menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT). Upaya ini merupakan bagian dari visi “Farmasi Hijau” yang bertujuan untuk menyediakan alternatif pengobatan yang aman, berbasis bukti ilmiah, dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat lokal melalui pemanfaatan sumber daya alam sendiri.
Tahapan riset ekstraksi tanaman lokal Pandeglang dimulai dengan identifikasi fitokimia untuk menentukan senyawa aktif yang memiliki efek terapeutik, seperti anti-inflamasi, anti-diabetes, atau imunomodulator. Tanaman seperti jahe merah, kunyit, hingga daun kelor yang ditanam secara organik oleh petani lokal diekstraksi dengan metode modern untuk memastikan kadar zat aktif yang konsisten di setiap dosisnya. Berbeda dengan jamu tradisional biasa, OHT melalui proses uji praklinis pada hewan coba untuk memastikan keamanan dan khasiatnya. Edukasi farmasi ini penting untuk memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa obat herbal yang didukung riset akademis memiliki standar kualitas yang setara dengan obat kimia.
Selain aspek medis, pengembangan tanaman lokal Pandeglang menjadi produk farmasi juga mendorong kemandirian bahan baku obat nasional. Selama ini, sebagian besar bahan baku obat di Indonesia masih diimpor, yang menyebabkan harga obat menjadi mahal. Dengan mengoptimalkan komoditas lokal seperti ekstrak tanaman jahe atau temulawak sebagai bahan dasar suplemen kesehatan, biaya kesehatan dapat ditekan. Mahasiswa STIKES Pandeglang juga membantu para petani lokal dalam melakukan standardisasi proses pasca-panen, mulai dari pencucian, pengeringan, hingga penggilingan, agar bahan baku yang dihasilkan memenuhi standar mutu industri farmasi modern.
Filosofi farmasi hijau juga mencakup proses produksi yang ramah lingkungan, dengan meminimalkan penggunaan pelarut kimia berbahaya dan memanfaatkan limbah sisa ekstraksi menjadi pupuk organik. Riset mengenai tanaman lokal Pandeglang ini diharapkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diproduksi secara massal melalui kemitraan dengan industri farmasi nasional. Ini adalah peluang besar bagi Pandeglang untuk dikenal sebagai pusat pengembangan produk herbal unggulan di Indonesia. Dengan dukungan data ilmiah yang kuat, obat herbal asli daerah dapat menembus pasar internasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor industri kreatif berbasis kesehatan.
