Perawatan bayi prematur metode kangguru menjadi salah satu fokus pelatihan keterampilan esensial yang wajib dikuasai oleh para mahasiswa kebidanan sebelum bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan. Bayi yang lahir prematur dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko tinggi mengalami hipotermia, infeksi, serta gangguan pernapasan karena sistem organ tubuhnya belum berkembang sempurna. Metode kangguru merupakan teknik kontak kulit ke kulit antara bayi dan ibu yang terbukti secara medis mampu menjaga kestabilan suhu tubuh bayi, menenangkan detak jantung, serta mempercepat kenaikan berat badan bayi secara alami.
Dalam simulasi praktikum perawatan bayi dengan teknik kontak langsung ini, para mahasiswa dilatih menggunakan alat peraga boneka khusus yang dirancang menyerupai kondisi fisik bayi prematur sesungguhnya. Mereka belajar cara memosisikan bayi di dada ibu secara aman, memasang gendongan khusus, serta memantau tanda-tanda vital bayi secara berkala selama proses perawatan berlangsung. Penguasaan teknik yang presisi sangat penting agar bayi tetap merasa nyaman, dapat bernapas dengan bebas, dan memperoleh kehangatan alami dari suhu tubuh orang tuanya secara optimal.
Pelatihan khusus perawatan bayi prematur ini tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan teknis medis semata, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi terapeutik para calon bidan kepada pihak keluarga. Mahasiswa diajarkan cara membimbing para ibu yang sering kali merasa cemas, takut, atau trauma saat melihat kondisi bayinya yang kecil dan rentan. Dengan arahan yang empati dari bidan, para ibu dilatih untuk secara mandiri melakukan perawatan metode kangguru di rumah sakit hingga dilanjutkan secara konsisten saat bayi sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
Penerapan metode kehangatan kulit ke kulit ini juga terbukti sangat efektif dalam mendorong keberhasilan pemberian ASI eksklusif bagi bayi prematur. Kedekatan fisik yang erat antara ibu dan bayi merangsang produksi hormon ASI sehingga refleks hisap bayi menjadi lebih cepat terstimulasi dengan baik. Evaluasi praktikum yang ketat dilakukan oleh dosen penguji guna memastikan seluruh mahasiswa kebidanan memiliki kompetensi standar tinggi dan kesiapan mental dalam menangani kasus kegawatdaruratan neonatal di lapangan kelak.
Secara keseluruhan, penguasaan teknik perawatan khusus bagi bayi berat lahir rendah ini merupakan modal utama dalam menekan angka kematian bayi baru lahir di Indonesia. Keterampilan yang diasah sejak masa perkuliahan akan membentuk lulusan bidan yang kompeten, tanggap, dan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap keselamatan ibu dan bayi. Diharapkan pelatihan kebidanan berbasis bukti ilmiah ini terus dikembangkan demi mewujudkan pelayanan kesehatan neonatal yang berkualitas tinggi dan merata di seluruh daerah.
