Kegiatan edukasi pemukiman tempat buang air limbah rumah tangga gencar dilakukan oleh tim dosen STIKES Pandeglang bagi warga pesisir demi menciptakan lingkungan bersih. Kebiasaan masyarakat pantai yang masih sering membuang hajat langsung ke laut atau sungai terbuka menjadi perhatian serius para praktisi kesehatan publik. Perilaku tidak higienis tersebut terbukti melanggarkan pencemaran air bersih, memicu bau tidak sedap, serta mengundang datangnya wabah penyakit menular berbahaya seperti diare dan kolera. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mengubah kebiasaan lama dan beralih menggunakan sarana sanitasi yang memenuhi standar kesehatan lingkungan perkotaan maupun pedesaan.
Dalam sesi penyuluhan tempat buang hajat yang higienis, warga diajarkan teknik pembuatan tangki resapan septic tank sederhana berbiaya murah menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan. Tim teknis memberikan panduan mengenai jarak aman antara sumur air bersih dan lokasi penampungan kotoran agar tidak terjadi kontaminasi bakteri Escherichia coli berbahaya. Warga pesisir menyimak penjelasan dengan cermat karena selama ini kekurangan informasi mengenai dampak buruk sanitasi yang buruk terhadap kesehatan keluarga mereka. Pelatihan ini memberikan solusi praktis bagi keluarga kurang mampu untuk tetap memiliki fasilitas MCK yang sehat tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Selain materi teknis fasilitas tempat buang air yang layak, diajarkan pula pentingnya kebiasaan mencuci tangan memakai sabun pada air mengalir setelah melakukan aktivitas buang air. Anak-anak dan para orang tua diingatkan bahwa kuman penyakit sangat mudah berpindah dari tangan yang kotor menuju makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kesadaran untuk menjaga kebersihan diri dan sarana sanitasi di rumah harus ditanamkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat harian seluruh warga pantai. Pembagian paket perlengkapan sanitasi gratis seperti sabun cair dan pembersih lantai turut dibagikan untuk mendorong semangat perubahan perilaku hidup bersih masyarakat.
Dukungan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat sangat krusial dalam mempercepat terwujudnya desa pesisir bebas dari perilaku buang air sembarangan. Program bantuan stimulan sarana sanitasi mulai disalurkan secara bertahap kepada keluarga yang belum memiliki fasilitas jamban sehat mandiri di rumah mereka masing-masing. Kerja bakti gotong royong antar warga digalakkan untuk membantu pengerjaan fisik tangki resapan komunal bagi pemukiman padat penduduk yang minim lahan. Sinergi yang solid ini berhasil menurunkan angka kesakitan akibat penyakit infeksi saluran pencernaan di wilayah pesisir Pandeglang secara bermakna.
Terwujudnya lingkungan pantai yang bersih dan terbebas dari pencemaran kotoran manusia akan meningkatkan kualitas kesehatan serta martabat hidup seluruh warga sekitar kawasan pesisir. Kawasan pemukiman yang higienis juga dapat mendukung pengembangan potensi pariwisata bahari yang aman dan menyenangkan bagi para pengunjung lokal maupun luar daerah. Edukasi sanitasi ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi perilaku hidup sehat yang terus berlanjut hingga ke generasi anak cucu mendatang. Pantai yang bersih, laut yang murni, dan warga yang sehat adalah impian bersama yang kini mulai terwujud secara nyata.
