Masa tua seringkali diiringi perubahan besar dalam kehidupan, mulai dari pensiun, kehilangan pasangan atau kerabat dekat, hingga penurunan kondisi fisik. Transisi ini dapat memicu perasaan hampa, kesepian, bahkan depresi klinis. Oleh karena itu, Menjaga Kesehatan Mental pada lansia menjadi sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Rasa sepi yang berkepanjangan bukan sekadar perasaan normal di usia senja, melainkan kondisi yang harus diatasi, karena dapat berdampak buruk pada fungsi kognitif, kekebalan tubuh, dan memperpendek usia harapan hidup. Strategi proaktif yang melibatkan intervensi sosial dan psikologis sangat dibutuhkan untuk memastikan lansia menjalani masa tua yang bahagia dan bermakna.
Salah satu kunci utama untuk Menjaga Kesehatan Mental adalah memerangi isolasi sosial. Lansia yang aktif berinteraksi di lingkungan sosialnya memiliki risiko depresi yang jauh lebih rendah. Program berbasis komunitas, seperti Posyandu Lansia atau kelompok pengajian/doa, menjadi wadah vital. Di sebuah Rukun Warga (RW) di Jakarta Timur, program “Sahabat Lansia” yang dibentuk pada April 2025 secara rutin mempertemukan lansia untuk melakukan kegiatan bersama seperti berkebun, memasak, atau senam ringan. Aktivitas terstruktur ini memberikan rasa keterhubungan dan tujuan hidup, yang sangat esensial dalam Menjaga Kesehatan Mental.
Selain interaksi sosial, terapi kognitif sederhana juga efektif dalam Menjaga Kesehatan Mental. Hal ini dapat berupa pengalihan fokus dari pikiran negatif menjadi aktivitas yang menstimulasi otak dan menyenangkan, seperti mengembangkan hobi baru (melukis, merajut), atau menjadi sukarelawan paruh waktu. Menurut data dari Perhimpunan Psikiater Indonesia (PDSKJI) per tahun 2024, kasus depresi ringan hingga sedang pada lansia cenderung menurun pada kelompok yang memiliki peran sosial yang aktif. Keluarga juga memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan lansia merasa dihargai dan terlibat dalam pengambilan keputusan di rumah.
Apabila rasa sepi berkembang menjadi gejala depresi yang menetap—seperti kehilangan minat, kesulitan tidur, atau perubahan nafsu makan yang signifikan—intervensi medis profesional tidak boleh ditunda. Puskesmas setempat telah memperkuat layanan konsultasi psikologis gratis bagi lansia setiap hari Selasa dan Jumat, dengan dukungan dari tenaga kesehatan jiwa. Di beberapa kasus yang memerlukan pengawasan lebih lanjut, pihak kepolisian (melalui Bhabinkamtibmas) bahkan bekerja sama dengan tokoh masyarakat untuk memastikan lansia yang hidup sendiri dan rentan mendapatkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kesejahteraan umum. Menjaga Kesehatan Mental adalah upaya kolektif yang melibatkan lansia itu sendiri, keluarga, dan seluruh komunitas.
