Gunung Pulosari di Pandeglang selalu menjadi magnet bagi para pecinta alam karena medannya yang menantang namun tetap bisa dijangkau oleh pendaki pemula. Baru-baru ini, sekelompok Mahasiswa Stikes Pandeglang melakukan aksi pendakian massal dengan misi khusus membuktikan bahwa ketahanan fisik calon tenaga kesehatan harus ditempa langsung oleh alam. Aktivitas mendaki gunung atau hiking dipilih karena melibatkan seluruh anggota tubuh dalam latihan kardiovaskular dan kekuatan otot yang intens. Dengan membawa semangat edukasi kesehatan, para mahasiswa ini ingin menunjukkan bahwa gaya hidup aktif adalah fondasi utama bagi mereka yang kelak akan melayani masyarakat di bidang medis.
Selama perjalanan menuju puncak, para Mahasiswa Stikes Pandeglang harus melewati tanjakan curam dan jalur berbatu yang menuntut koordinasi motorik yang presisi. Pendakian ini bukan sekadar tentang mencapai puncak, melainkan tentang melatih kapasitas paru-paru dan jantung dalam kondisi kadar oksigen yang mulai menipis. Bagi calon perawat dan bidan ini, merasakan langsung tantangan fisik seperti ini sangat penting untuk membangun empati terhadap pasien yang membutuhkan ketahanan tubuh dalam proses penyembuhan. Selain itu, udara pegunungan yang jernih di Pandeglang memberikan manfaat detoksifikasi bagi paru-paru setelah disibukkan dengan aktivitas perkuliahan di ruang tertutup.
Aksi yang dilakukan Mahasiswa Stikes Pandeglang di Puncak Pulosari juga diisi dengan kegiatan pembersihan jalur pendakian dari sampah plastik. Mereka percaya bahwa kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan lingkungan. Dengan menjaga alam tetap bersih, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan. Pengalaman menaklukkan puncak gunung juga memberikan pelajaran tentang ketangguhan mental atau resilience, di mana setiap individu dipaksa untuk mengalahkan rasa lelah dan ego demi mencapai tujuan bersama. Karakter seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis profesional saat menghadapi situasi darurat di masa depan.
Dukungan dari institusi Stikes Pandeglang terhadap kegiatan pecinta alam ini menunjukkan visi pendidikan yang seimbang antara teori akademik dan praktik lapangan. Mahasiswa Stikes Pandeglang diharapkan tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki fisik yang prima dan kedekatan emosional dengan kekayaan alam daerahnya. Setelah kembali dari puncak, banyak dari mahasiswa ini yang merasa lebih fokus dalam belajar karena pikiran mereka telah terisi kembali (recharged) oleh energi positif alam. Pendakian ini menjadi bukti bahwa gunung bukan sekadar tumpukan tanah dan batu, melainkan laboratorium alam untuk menempa jiwa dan raga.
