Pendekatan pelayanan kesehatan langsung di rumah warga terus digalakkan sebagai bentuk pengabdian nyata lembaga pendidikan kesehatan. Pihak kampus menerjunkan tim mahasiswa keperawatan dalam program Home Care keperawatan komunitas untuk melayani warga penderita penyakit kronis di pemukiman. Program ini bertujuan memberikan pelayanan medis berkala seperti perawatan luka DM, pemantauan tekanan darah, dan fisioterapi sederhana bagi pasien lansia yang sulit berobat ke puskesmas. Melalui aksi nyata ini, mahasiswa dapat mengasah kepekaan sosial sekaligus menerapkan ilmu keperawatan langsung di tengah masyarakat.
Setiap tim mahasiswa didampingi langsung oleh dosen perawat senior dalam melakukan kunjungan rumah ke rumah warga yang telah didata sebelumnya. Mahasiswa melatih keluarga pasien cara merawat anggota keluarga yang sakit, menjaga kebersihan area tidur, serta mematur jadwal konsumsi obat secara disiplin. Edukasi gizi seimbang bagi penderita penyakit degeneratif juga disampaikan secara rinci menggunakan bahasa yang mudah dipahami warga. Pembelajaran lapangan ini melatih komunikasi terapeutik dan kemandirian mahasiswa dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan warga.
Warga dan keluarga penderita merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan kesehatan gratis yang mendatangi langsung rumah mereka ini. Program Home Care komunitas ini terbukti efektif meningkatkan kualitas hidup para penderita penyakit kronis yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi ke fasilitas kesehatan. Banyak tokoh masyarakat mengapresiasi kelembutan dan kesabaran para mahasiswa perawat dalam merawat anggota keluarga mereka yang terbaring sakit. Kehadiran program ini menciptakan ikatan emosional yang hangat antara kampus dan warga sekitar.
Pihak perguruan tinggi memfasilitasi setiap tim mahasiswa dengan perlengkapan medis kit lapangan yang lengkap serta bahan perawatan luka yang higienis. Evaluasi rekam medis pasien dilakukan setiap minggu untuk memantau peningkatkan status kesehatan warga yang menjadi sasaran pendampingan. Kerja sama dengan puskesmas setempat terus dijalankan agar pasien yang membutuhkan penanganan dokter spesialis dapat segera dirujuk secara cepat. Manajemen terpadu ini menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui program pelayanan langsung ini, kampus berharap dapat melahirkan lulusan perawat yang berjiwa melayani dan mahir dalam keperawatan komunitas. Keberhasilan aksi Home Care mandiri ini membuktikan bahwa edukasi keperawatan dapat memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan warga daerah. Pihak kampus berkomitmen untuk terus memperluas cakupan wilayah layanan program ini pada tahun-tahun mendatang secara konsisten. Langkah nyata ini menjadi pilar utama pembentukan karakter perawat yang berdedikasi tinggi.
